Kamis, 02 Oktober 2014

Contoh Notulen Diskusi



Notulen Diskusi 

Tanggal Diskusi                      : Jum’at, 19 September 2014
Tempat Diskusi                       : Kelas XII IPA 2 SMAN 1 Gamping

Waktu Diskusi                        : Pukul 07.30-08.20 WIB
Tema Diskusi                          : Sastra Melayu Lama
Moderator                               : Bestari Ayu Dewanti
Pembicara/ Penyaji                  : Nurrohmah dan Qorie Aini
Peserta                                     : Siswa-siswi kelas XII IPA 2 dan Ibu Yuliana S. H.
Jumlah                                     : 23 peserta
Uraian Pelaksanaan Diskusi    :
1.    Diskusi dibuka oleh moderator/ ketua diskusi
2.    Moderator memperkenalkan diri dan anggota kelompoknya
3.    Hasil diskusi dibacakan oleh penyaji
4.    Sesi tanya jawab
5.    Kesimpulan dari notulis
6.    Moderator menutup diskusi.
Pertanyaan 1                           : Apa yang dimaksud dengan talibun dan karmina?
Pertanyaan 2                           : Apa yang dimaksud dengan pantun jenaka?
Pertanyaan 3                           : Benarkah pantun merupakan pancaran masyarakat               lama?
Pertanyaan 4                           : Apa perbedaan dari sastra lama dan sastra baru?
Pertanyaan 5                           : Apa persamaan dan perbedaan dari pantun dan syair?
Pertanyaan 6                           : Siapa saja tokoh dari sastra melayu lama?
Pertanyaan 7                           : Apakah unsur estetika (keindahan) dari sastra melayu          lama?
Jawaban pertanyaan 1             :
a.     Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari empat baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.
b.    Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
Jawaban pertanyaan 2             :
Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.
Jawaban pertanyaan 3             :
Benar, karena pantun dapat berfungsi dalam hampir setiap aktiviti kehidupan masyarakat Melayu (Jamilah Hj. Ahmad, 1993: 114).
Jawaban pertanyaan 4             :
Perbedaan sastra lama dan sastra baru
1.    Sastra melayu klasik/lama :
a.     Puisi berbentuk terikat dan kaku
b.    Bersifat statis
c.     Cerita berkisah kerajaan,istana sentris, bersifat feudal
d.    Bentuknya hikayat, tambo, dongeng, pembaca dibawa ke alam khayal
e.     Dipengaruhi kesusastraan Hindu dan Arab
f.     Cerita sering bersifat anonim
2.    Sastra baru :
a.     Puisi bersifat bebas, baik bentuk maupun isi
b.    Bersifat dinamis
c.     Cerita seputar masyarakat sentris ( kehidupan masyarakat sehari-hari)
d.    Bentuknya roman, novel, cerpen, kisah, drama, berlandaskan pada dunia yang nyata
e.     Dipengaruhi oleh kesusastraan barat
f.     Diketahui siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas
Persamaan sastra lama dan sastra baru :
a.    Satu bait terdiri atas 4 baris.
b.    Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
Jawaban pertanyaan 5             :
Perbedaan pantun dan syair :
1.    Pantun
a.     Bersajak a-b-a-b
b.    Berasal dari Melayu
c.     Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
d.    Baris ketiga dan keempat merupakan isi
2.    Syair
a.     Bersajak a-a-a-a
b.    Berasal dari Arab
c.     Baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat merupakan isi.
Persamaan syair dan pantun
a.     Terdiri dari 4 baris
b.    Sama-sama merupakan puisi lama
Jawaban pertanyaan 6             :
Sebenarnya pada karya sastra melayu lama tidak ada nama pengarang (anonim), karena jika mencantumkan nama seperti menyombongkan diri. Akan tetapi ada beberapa karya yang mencantumkan nama seperti Herman RN dan Halimah.
Jawaban pertanyaan 7             :
Mempergunakan banyak kata arkais (klise). Misalnya Hatta, Syahdan Sohibul dan lain-lain
Kesimpulan                             :
Karya sastra melayu lama adalah sastra yang berbentuk lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Dari diskusi yang kami lakukan bahwa karya sastra melayu lama menarik semua perhatian peserta diskusi, karena banyak pertanyaan yang diajukan kepada kami yang membuat mereka ingin lebih tahu tentang karya sastra melayu lama.

  Moderator/ Ketua,                                                                        Notulis,

Bestari Ayu Dewanti                                                              Angga Oktyashari
Mengetahui,

Yuliana Sri Hastuti