Sabtu, 27 September 2014

Cerpen Pengalaman Orang Lain



SORA
Karya : Aprina Ika S.

            “Sihir”,  mungkinkah itu nyata? atau itu hanya imajinasi manusia yang tidak puas dengan kehidupannya?, entahlah, jika sihir itu ada, aku ingin memilikinya walau hanya sementara, haha...kau mulai berkhayal lagi Sora, mana mungkin sihir itu ada, kau terlalu banyak menonton film fantasi.
        “Sora, kerjakan soal nomor 2”
            “baiklah...”, selalu seperti ini, kenapa selalu aku yang diminta mengerjakan, apakah di kelas ini tidak ada orang lain? menyebalkan.
           
Sora, adalah seorang gadis biasa, namun kepribadian dan kebiasaan uniknya yang membuat gadis itu berbeda dengan gadis lain, Sora tidak tertarik dengan pendidikan akademik,  namun nilainya diidang akademik tidak ada yang turun. Sora mampu membaca buku yang tebalnya 300 halaman dalam waktu kurang dari satu jam, dia juga mampu menghafal sesuatu dalam waktu singkat, dengan kata lain Sora memiliki IQ yang cukup tinggi, selain itu keramahan dan kerendahan hatinya membuat Sora mendapat banyak teman, bukankah itu gambaran seorang gadis yang sempurna.

“hah.....akhirnya istirahat juga...”, batin Sora, saat yang paling ia tunggu adalah saat bel istirahat dan bel pulang berbunyi,
“Sora...ada yang mencarimu...” kata Lian teman sekelas Sora.
“siapa?” kata Sora.
“entahlah, aku baru pertama kali bertemu dengannya, mungkin kakak kelas,dia menunggumu di depan kelas” jelas Lian.
“baiklah, terima kasih..”, siapa lagi kali ini. Akhir-akhir ini aku merasa aneh, setiap kali aku pergi selalu diikuti oleh seseorang, namun anehnya dia tidak melakukan apa-apa, bahkan saat aku pulang, dia hanya mengikutiku sampai rumah. Apa mungkin dia memeng orang jahat?, entahlah, kalaupun dia orang jahat aku tidak masalah, toh aku tinggal menghajarnya.
“apa kau Park Sora?”, akhirnya aku bisa bertemu denganmu..Sora,
“ya? dan kau?”, tanya Sora.
“perkenalkan, aku Xi Luhan, kau bisa memanggilku Luhan” ucap Luhan dengan senyuman termanis yang dia punya.
“ada perlu apa kau mencariku?” kata Sora to the point.
“bisakah kita berbicara di tempat yang nyaman?”. Luhan belum terbiasa dengan tempat yang disebut sekolah, ia baru pertama kali mendapat tugas untuk membimbing  anak sekolah.
“tidak masalah, ayo..”, Sora mengajak Luhan ke taman belakang sekolah, tempat favorit Sora.
“mulai hari ini aku akan menjadi pelindung sekaligus pembimbingmu, jadi mohon kerja samanya “, ucap Luhan sambil membungkukkan badan.
“pelindung? pembimbing?apa maksudmu?”tanya Sora.
“aku akan menjelaskannya nanti, sekarang lebih baik kau masuk kelas.”, kata Luhan.

Luhan yakin dirinya bisa membimbing Sora, karena ia termasuk siswa terbaik di dunianya, yaitu dunia para Lexo, Lexo adalah sebutan seseorang yang mempunyai kekuatan di atas rata-rata, namun Luhan kurang yakin untuk melindungi Sora, mengingat kemampuan bela dirinya yang tidak bisa dibilang baik, tetapi apapun yang terjadi ia harus menjalankan tugas ini, karena tugas inilah yang menentukan nasib Luhan dan dunianya.

‘Aku tidak habis fikir, kenapa orang ini berbicara seperti itu, menjadi pelindung dan pembimbing? mungkinkah paman Park yang mengirimnya? tapi untuk apa?, aku rasa aku baik-baik saja, ya walaupun akhir-akhir ini memang ada seseorang yang mengikutiku, lebih tepatnya menguntit, dan  sejauh ini nilai ku juga tidak ada yang bermasalah, lalu apa tujuan orang ini?’, batin Sora, saat pulang sekolah, sedangkan Luhan berjalan di sampingnya.
“aku bukan orang kiriman pamanmu Sora”, ucap Luhan,
Sora mengerutkan dahinya sambil menatap Luhan, ‘apa dia bisa membaca fikiran?hah mungkin hanya kebetulan, ya pasti hanya kebetulan’, ucap Sora dalam hati. Sora menggelengkan kepalanya berharap itu semua hanya kebetulan.
            “aku memang  bisa, dan itu bukan sebuah kebetulan, jadi berhati-hatilah dalam berbicara kau mengerti?” kata Luhan ,Sora menerjapkan matanya, menandakan bahwa ia terkejut dengan perkataan Luhan.
            “krrrruyyuuuuk~~~~”
“apa kau lapar?”, tanya Luhan yang hanya di balas anggukan oleh sora.
            “ayo kita makan disana”, ucap luhan sambil menunjuk kedai makanan, entah kenapa Sora selalu meurut apa yang di katakan Luhan, padahal ia baru mengenalnya tadi siang,  mungkin karena pribadi Luhan yang hangat, tidak seperti paman Park yang selalu memaksanya untuk menuruti perintanya.

            “Luhan...”, ucap Sora, ia masih belum mengerti apa maksud dan tujuan Luhan menjadi pelindung dan pembimbingnya.
“ya?”, ‘pasti kau akan menanyakan maksudku menjadi pelindung dan pembimbingmu’, batin Luhan. Luhan sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti yang diajukan sora, karena ia sudah berkali-kali membimbing seorang manusia biasa yang berpotensi menjadi Lexo, dan membawa mereka ke Lexo Company, tempat diman para Lexo tinggal.
“bolehkah aku bertanya sesuatu?”, kata Sora.
“boleh, tapi aku akan menjawabnya nanti saat kita tiba di apartement mu”, jawab Luhan, yang dibalas dengan tatapan bingung oleh Sora.
“ke apartement ku?kau mau apa di apartement ku?”, tanya Sora.
“bukankah tadi sudah ku katakan, aku akn menjawabnya saat kita tiba di apartement mu, sekarang selesaikan makananmu”, jelas Luhan, Sora yang penasaran akan penjelasan Luhan langsung menghabiskan makanannya tanpa sisa.

“Sekarang jelaskan padaku”, kata Sora setelah sampai di apartement.
“baiklah, dengarkan baik-baik.”, ucap Luhan, Sora mengangguk, tanda bahwa ia mengerti.
“aku ditugaskan melatihmu, supaya kau bisa menjadi seorang Lexo yang hebat, tugas ini sangat sulit bagiku, mengingat bahwa kau sejak kecil sudah tinggal di dunia manusia, tapi aku harus melakukan tugasku ini dan kau tidak bisa menolaknya, karena kau telah menjadi yang terpilih. Kau akan menggantikan posisi yang pernah ditempati oleh ayahmu dulu, posisi tertinggi di dunia Lexo”
“tunggu, aku seorang Lexo?dan ayahku seorang pemimpin Lexo?”, potong Sora, sejak kecil  Sora memang tidak tau siapa orang tuanya, sebenarnya sejak dua tahun yang lalu Sora ingin mencari keberadaan mereka namun ia bingung harus memulai dari mana, ia sempat bertanya pada pamannya Park Jungsoo, namun beliau hanya berkata bahwa suatu saat pasti akan ada seseorang yang menemui Sora dan menjelaskan semuanya.
“ya, dan kau adalah putri mahkota yang disembunyikan oleh raja, raja berpesan kepada ayahku untuk menyembunyikanmu dari Key, adik ipar raja, lebih tepatnya pamanmu, dan untuk ibumu, beliau meninggal satu minggu setelah melahirkanmu, sampai sekarang belum diketahui apa penyebab kematian ratu.” jelas Luhan, tanpa Luhan sadari Sora meneteskan air matanya. Sora merasa sedih sekaligus lega, sedih karena ibunya yang bahkan ia sendiri belum pernah melihatnya telah tiada, dan lega karena ia sudah mengetahui siapa orang tuanya,  Sora segera menghapus air mata yang sempat menetes itu.
“lalu bagaimana dengan ayahku? apa beliau masih hidup?”, tanya Sora, ia sangat berharap ayahnya masih hidup,. Setidaknya ia masih mempunyai orang tua walaupun tidak sempurna.
“aku belum tahu pasti, tapi kemungkinan besar beliau masih hidup, mungkin beliau bersembunyi di suatu tempat, atau mungkin beliau sedang mencarimu, terakhir kali aku mendengar dari ayahku bahwa raja sedang dalam perjalanan, tapi beliau tidak menyebutkan tempat tujuannya.”
“kau bilang aku disembunyikan dari pamanku yang bernama Key, sekarang dimana dia dan kenapa aku harus disembunyikan darinya?”, entah kenapa Sora merasa bahwa orang yang bernama Key inilah yang menjadikan keluarganya tidak utuh.
“saat ini dialah yang menjadi raja di Lexo Company, tempat tinggal para Lexo, sebenarnya pemimpin Lexo Company adalah seorang ratu, saat Ratu meninggal, suaminya lah yang berhak untuk menggantikannya, namun jika suami ratu tidak hadir saat penobatan, maka kerabat dekat ratu yang menggatikan, aku sudah bersusah payah untuk bisa berada di posisi ini, hanya untuk menemukanmu, dan aku merasa raja Key yang berada di balik semua ini. ”, jelas Luhan,
“jadi itu alasanmu menemuiku tadi?”, tanya Sora, Luhan hanya bisa mengangguk memberi jawaban pada Sora.
“aku rasa kita harus memulai latihannya sekarang, “ kata Luhan.
“baiklah, ayo kita lakukan.”, tegas Sora.

Sementara itu di suatu ruangan, seorang pria paruh baya sedang berbicara dengan pengawalnya, pria paruh baya itu memberi perintah untuk mengumpulkan pasukan yang masih setia padanya,
“Tuan apa anda yakin akan menyerang dalam waktu dekat ini?”, tanya salah satu pengawalnya.
“ya, anak itu sudah menemukannya, kita juga harus mempersiapkan semuannya, dan pastikan tidak ada yang terlewati. aku tidak mau rencanaku gagal, ini semua aku lakukan demi mereka, sudah cukup mereka menderita, kali ini mereka harus medapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan.” jelas pria paruh baya.
“baiklah tuan, kami akan mempersiapkan segalanya, sesuai permintaan tuan.” jawab salah satu pengawal.

Tidak terasa sudah dua bulan Sora menjalani pelatihan yang diberikan oleh Luhan, dan ia sudah mengetahui apa kekuatannya, dari awal Sora memang anak yang istimewa, ia tidak hanya mempunyai satu atau dua kekuatan seperti Lexo yang lain, Sora mempunyai tujuh kekuatan, diantaranya telekinesis yaitu kekuatan untuk mengendalikan benda-benda dengan kekuatan fikiran(mind power), teleportation yaitu kekuatan untuk berpindah tempat, terrakinesis yaitu kemampuan fikiran untuk mengendalikan unsur bumi seperti tanah dan bebatuan, aerokinesis yaitu kekuatan untuk mengendalikan angin, pyrokinetis yaitu kekuatan fikiran untuk mengendalikan api, hydrokinesis yaitu kekuatan untuk mengendalikan air, dan yang terakhir adalah electrokinesis yaitu kekuatan untuk mengendalikan petir. Dengan ketujuh kekuatan itu Luhan yakin Sora dapat mendapatkan apa yang saharusnya ia dapatkan yaitu menjadi seorang pemimpin Lexo Company.



“Sora,..”
“ya? ada apa?”, jawab Sora, Sora sangat berterima kasih kepada Luhan karena Luhanlah ia mendapatkan tujuh kekuatan itu.
“sepertinya kau sudah siap untuk menghadapi Raja Key, kemarin aku mendapat pesan dari ayahku bahwa kau sudah memiliki pasukan untuk membantumu melawan Raja Key, dan tugasku sudah selesai. Hari ini adalah hari terakhirku disini,”, tubuh Sora menegang saat Luhan mengatakan bahwa hari ini adalah hari terakhirnya. Sora menatap mata coklat Luhan.
“Luhan, kau tidak tahu?”, tanya Sora.
“tahu tentang apa?”, Luhan memang tidak tahu apa yang dimaksud oleh Sora.
“bukankah kau bisa membaca fikiran?”, kata Sora, ia ingat dulu saat pertama kali bertemu dengan Luhan, Luhan bisa membaca fikirannya.
“haha....aku lupa belum memberitahumu, aku tidak bisa membaca fikiran seseorang yang sudah memiliki kekuatan, apalagi kekuatanmu lebih besar dibandingkan denganku, selamat atas kekuatanmu,” kata Luhan,
“kapan kau akan kembali ke Lexo Company?”
“malam ini, lebih tepatnya tangah malam nanti “, jawab Luhan, entah kenapa Luhan merasa berat untuk meninggalkan Sora. Apakah Luhan menaruh perasaan kepada Sora?, hanya dia yang tahu.

Sepertinya aku telah jatuh di tanganmu, sayang sekali kau tidak bisa membaca fikiranku lagi, kenapa kau harus kembali ke Lexo Company secepat itu?. Aku pasti akan merindukanmu, Luhan, tunggu aku di sana, aku akan pergi ke tempat yang kau sebutkan tadi, tunggu aku Luhan. Batin Sora setelah Luhan kembali ke Lexo Company. Sebelum pergi Luhan memberikan sebuah alamat kepada Sora, Luhan berpesan supaya Sora datang ke tempat tersebut, karena disanalah Sora akan mendapatkan bantuan.

Keadaan Lexo Company saat ini sangat memprihatinkan, keributan dimana-mana, sedangkan Raja Key tidak peduli dengan keadaan tersebut, ia lebih mementingkan dirinya sendiri, bahkan ia tega menjadikan putranya sebagai budak di kerajaan lain, karena hutang Raja Key yang terlalu banyak.

Sementara itu Sora sudah menemukan tempat yang dimaksud oleh Luhan. Ternyata kedatangan Sora sudah dinantikan oleh sang pemilik rumah.
“Park Sora, akhirnya kau datang, kami sudah lama menantikan kehadiranmu, terutama tuan besar.” ucap pria putih tersebut, pria putih itu mempunyai wajah yang hampir mirip dengan Luhan, dan itu membuat Sora teringat akan Luhan.
“Sehun, jangan menahannya, persilahkan dia masuk tuan besar sudah menunggu” kata seorang pria yang mempunyai kulit kecoklatan.
“baiklah, Sora silakan masuk,”, kata Sehun. Dan Sora hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengerti.

Sora tidak menyangka bahwa yang di maksud tuan besar itu adalah ayah kandungnya, dan ternyata beliau telah menyiapkan pasukan untuk menyerang Raja Key, yang telah merebut posisi yang akan ditempati oleh Sora. Setelah melepas rindu dengan ayahnya, Sora diperkenalkan dengan orang-orang yang akan membantunya, termasuk  kedua orang yang tadi menyambutnya di depan. Setelah dirasa siap mereka langsung berangkat menuju Lexo Company, tentu saja Raja Key tidak mengetahui serangan ini.

“baiklah, sesuai rencana aku, Suho, dan Kai ke gerbang timur dan kalian ke gerbang utama untuk mengalihkan perhatian, dan saat gerbang terbuka bawa semua pasukan masuk untuk menyerang  mengerti?” kata Sora selaku pemimpin serangan.

Ternyata rencana sora berhasil, gerbang utama telah terbuka dan semua prajurit Raja Key fokus ke gerbang utama, sedangkan Sora dan yang lainnya menerobos masuk lewat gerbang timur. Saat memasuki ruangan Raja Key, Sora sempat di hadang oleh puluhan Lexo yang berada dibawah pengaruh Raja Key, beruntung Sora mempunyai tujuh kekuatan yang telah diajarkan oleh Luhan, selain itu Sora juga mendapat bantuan dari Suho, Kai dan yang lainnya. Saat Suho hendak membunuh Raja Key, Sora menghentikannya, karena Sora menginginkan Raja Key mati di tangannya.
“kau tidak mungkin membunuhku Sora, kau anak yang baik, kau tidak mungkin mau mengotori tanganmu dengan membunuh orang sepertiku” ucap Raja Key, berniat membuyarkan konsentrasi Sora.
“jangan dengarkan dia Sora”, teriak Kai.
Sora menatap Raja Key dingin, ia sudah menyiapkan belati petir yang akan merobek jantung Raja Key, namun belum sempat Sora menancapkan belati tersebut, ada sebuah anak panah yang melesat dan tertancap tepat di jantung Raja Key.
“benar, tidak mungkin Sora mengotori tangannya untuk membunuh orang kotor sepertimu, orang yang telah membunuh dan menjual keluarganya sendiri demi kepentinganmu”,ucap seorang pria yang sangat Sora rindukan.
“Lu-Luhan?”,kata Sora tergagap. Bersamaan dengan itu, Raja Key mati ditempat.
“ kau teah berhasil Sora, kau hebat”, kata Luhan bangga.
“Luhan, terima kasih”, ucap Sora yang langsung memeluk Luhan. Luhan tersentak karena perlakuan Sora, baru kali ini ia dipeluk seorang perempuan selain ibunya.
“sama-sama”, kata Luhan yang langsung membalas pelukan Sora.
“hey, jangan bermesraan di sini, kau tidak lihat, di sini masih ada anak yang dibaah umur”, kata Suho sambil melirik ke Sehun. Luhan dan Sora refleks melepas pelukan mereka
“kenapa kau selalu mengataiku anak kecil?aku kan sudah besar”,jawab Sehun.
“karena tingkahmu seperti anak kecil bodoh”. kata Kai.
“aku bukan anak kecil” kata Sehun lantang dengan suara cemprengnya yang sontak membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu tertawa.

Setelah melewati semua ini aku mengerti, jika sesuatu itu memang bukan milik kita, kita tidak akan bahagia, meskipun kita mendapatkannya, seperti yang dialami oleh pamanku Key. Dan ternyata paman Park Sungjoo yang selama ini merawatku adalah ayahnya Luhan, astaga ternyata dunia ini memang sempit.
Akhirnya Sora dinobatkan menjadi Ratu Lexo Company, dan tentu saja Luhanlah yang menjadi pendamping Sora sampai maut memisahkan mereka.

THE END